ABU NAWAS

| | 0 komentar

Abu Nawas Buang Hajat Besar


buang air besar
Konon di Zaman raja harun al hasyid dahulu tidak ada yang namanya WC, yang ada cuma sungai atau kali untuk buang hajat. Suatu ketika sang raja merasa perutnya sedang sakit, dan sudah tidak bisa lagi untuk diajak kompromi. Seketika itu juga raja meminta para pengawal untuk mendampinginya ke sungai demi menuntaskan hajatnya. 

Kebetulan sungai disitu mengalir ke arah selatan. Dan Sudah masyhur di kalangan masyarakat , jika sang raja sedang buang hajat di sungai, maka rakyat dilarang keras berak di sebelah utaranya raja, karena di khawatirkan kotoran tersebut akan mengalir ke arah selatan dan mengenai badan sang raja. Dan kalau ada yang melanggar, maka akan mendapatkan hukuman berat dari sang raja.

Namun kali ini, peraturan tersebut tidak diindahkan oleh sang tokoh kocak Abu Nawas. Abu Nawas dengan santainya juga ikut berak di sebelah utara agak jauh dari posisi sang raja, sehingga sang raja tidak melihatnya.

Disaat asyik buang hajat, tiba – tiba saja ada suatu benda yang menyenggol pantat sang raja, tanpa berpikir panjang, benda tersebut langsung dipegang dan dilihat oleh sang raja, alangkah terkejutnya, ternyata benda tersebut adalah kotoran manusia. kontan saja hal itu membuat sang raja naik pitam.

seketika itu juga raja menyuruh para pengawalnya untuk menelusuri sungai di sebelah utara, dan menangkap orang yang berak. Benar saja, di sebelah utara agak jauh dari posisi sang raja, terlihat sosok Abu Nawas sedang berak dengan santainya. Saat itu juga para pengawal langsung menangkap dan membawanya ke hadapan raja untuk dihukum.

Ketika dihadapkan pada raja, Abu Nawas memprotes pada raja kenapa dia ditangkap dan akan dihukum.

” Apakah kamu tidak tahu wahai Abu Nawas, perbuatanmu itu telah melecehkan privasiku, kamu telah menginjak – injak harga diriku, kamu memang tidak punya tata krama" bentak sang raja.

“Berani – beraninya kamu berak di sebelah utaraku, sehingga kotoranmu mengenai badanku, selama ini tidak pernah seorangpun dari rakyatku berani melakukan perbuatan sepertimu wahai Abu Nawas" Tambah sang raja dengan nada sangat kesal.

“Kini kamu harus menerima hukuman dariku” sambung raja.

“Maaf, tunggu sebentar wahai raja ” sela Abu Nawas.

“Ada apa?" tanya raja, “kali ini tidak ada lagi ampun bagimu Abu nawas”.

“Tunggu sebentar, tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskannya. Saya melakukan itu semua, karena saya sangat menghormati engkau wahai raja” jelas Abu Nawas.

Mendegar hal itu, Raja Harun Al Rasyid langsung sedikit tertegun dengan apa yang disampaikan oleh Abu Nawas.

“Mengapa perbuatan seperti itu, Kau bilang malah untuk menghormati Aku???” tanya raja dengan ekspresi agak sedikit keheranan.

“Ya benar raja” jawab Abu Nawas dengan tegasnya.

Rajapun semakin keheranan dan penasaran dengan abu nawas.

“Baiklah kali ini aku kasih kamu kesempatan untuk menjelaskan alasannya, jika alasanmu tidak masuk akal, maka Aku tidak segan – segan untuk memperberat hukumanmu.” tegas raja.

“Baiklah raja, begini alasannya. Raja tahu, selama ini jika Raja tengah mengadakan perjalanan dengan rakyat atau bersama pengawal, tidak ada satupun dari rakyat atau pengawal raja yang berani mendahului jalannya raja, begitu juga dengan Saya, ketika Saya ikut rombongan raja, posisi Saya ketika berjalan tidak berani mendahului raja, itu Saya lakukan karena Saya menjaga tata krama dan sopan santun kepada raja” jawab Abu Nawas.

“Ya bagus, namun apa hubungannya dengan perbuatanmu yang sekarang ini??” tanya raja dengan nada semakin penasaran dengan akal cerdik Abu Nawas.

“Begini raja, saya menghormati engkau tidak setengah – setengah, melainkan saya menghormati engkau dengan sepenuh hati. Ketika saya buang hajat, saya memilih di sebelah utara raja, dan sama sekali, saya tidak berani berak berada di sebelah selatan raja. Hal ini saya lakukan karena saya kuatir, jika saya berak di sebelah selatan raja, maka nanti kotoran saya berlaku tidak sopan kepada kotoran raja, karena sudah berani berjalan mendahuli kotoran raja. sehingga saya memilih berak di sebelah utara, agar supaya kotoran saya tidak sampai mendahului kotoran raja. Ini semua saya lakuakan tidak lain, hanya demi Tata krama saya kepada kotoran raja.

Terus terang wahai baginda, kotoran saya tidak berani mendahului kotoran raja, karena hal itu merupakan perbuatan yang tak terpuji. Ketika raja berjalan, saya tidak berani mendahului jalan raja, begitu juga ketika kotoran raja mengalir, maka kotoran saya pun tidak berani mendahului kotoran raja. ini semua saya lakuakan karena sopan santun dan tata krama saya yang sepenuh hati kepada raja.” jelas ABu Nawas.

“Malah yang seharusnya diberi hukuman bukan saya wahai raja, melainkan rakyat engkau yang tidak punya tata krama, karena mereka berani berak di sebelah selatanmu, sehingga kotoran mereka mendahului kotoranmu“ jelas Abu Nawas.

Mendengar penjelasan Abu Nawas, raja pun tersennyum. dia tidak jadi marah dan menghukum Abu Nawas, tetapi oleh sang raja Abu Nawas malah diberi hadiah karena alasannya masuk akal.

Sejak kejadian itu, raja pun menginstruksikan kepada rakyatnya untuk berak di sebelah utara sang raja, demi menjaga kesopanan kepada kotoran sang raja.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/cerita-abu-nawas/abu-nawas-buang-hajat
besar/190528161018871

APPLICATION LETTER

| | 0 komentar
                                                                                                                                     
                                                                                                                10 November, 2014

Ms. Rosemarie Norbe
Personal Manager
Milestone Company
Jakarta

Dear Ms.Rosemarie

Your advertisement in the October 22 issue of the Jakarta Bulletin Calls for an executive secretary who is proficient in communication skills, computer literate, and with pleasing personality. I sincerely believe that I meet your requirements for the position.

I am prayogo dwi saputra, a graduate of computer system, major in IT at Gunadarma University, Depok .

I consider as my assets my proficiency in both written and spoken English and Indonesia, my computer skills, and my leadership skills which were honed in my capacity as the editor in chief of my school’s student publication. I am hardworking, efficient, and highly driven, and I am willing to undergo training to further improve my capabilities.

For your perusal and evaluation, I have enclosed my resume which includes my special skills, training and accomplishments and awards as a student, and a photocopy of my official transcript of records for your evaluation. Should you wish to ask about my personal traits and capabilities , I have also included a list of references for you. 
I am very much willing to come over for a personal interview with you any time during office hours
Prayogo Dwi Saputra

Enclosure :

 1. Degrees
2. Curiculum Vitae
3. Photo


                                                                                                                                 
prayogo dwi saputra






BUSINES LETTERS

| | 0 komentar

Parts of a Business Letter


  1. 1.      Heading
    Most companies use letterhead--stationery with the company’s logo, name, address and other contact and identifying information. If the company does not have letterhead, the company’s full name and address should be typed at the top of the page.
    2.      Date
    Letters should always include a date. You enter dates two to six lines below the heading, depending on the length of the letter. Use the full month name spelled out, then the day, followed by a comma, and then the four-digit year, for example, June 6, 2010.
    3.      Reference
    Include a reference line to identify a file or case number, invoice number or any other internal identifying information, if your company requires one. Some companies have specific reference codes that they place either in a reference line below the date, or at the very bottom of the letter.
    4.      Addressee
    Your letter should include the name of the addresses with her title (Ms. J. Jones, Dr. Charlene Price), followed by her company name and full address, including the postal code.
    5.      Subject
    Adding a subject line makes it easier for the reader to quickly understand the situation. Normally the subject sentence follows the word “Subject:” or “Re:” (regarding). Place the subject after the addressee’s address and before the greeting.
    6.      Salutation
    The salutation is your greeting. Most salutations begin with “Dear” followed by either the recipient’s first name, or title and last name. Endeavor to address all letters to an actual person. However, if you don’t know the person’s name, use Dear Madam/Sir, or the job title, such as Dear Accounting Manager.
    7.      Body Paragraphs
    The opening paragraph should always state why you are writing. Then, in a simple and straightforward manner, explain the situation, the solution, the suggestion or whatever other message you need to get across to the recipient. Be as brief as possible since long complicated messages often distract readers. Start a new paragraph whenever you begin a new subject.
    8.      Close
    Always use a complimentary close. It is a short, polite closing followed by a comma. When the letter is impersonal, use “Yours truly.” If the letter is to someone above you in rank, use “Respectfully yours.” If you have a personal connection to the addressee, use “Sincerely” or “Sincerely yours.” (Ref. 1, Ref. 2)
    9.      Signature
    Four spaces below the close, type your full or business name. In the space in-between, you will hand write your signature in ink. Use black or dark blue ink for your signature.
    10.  Identifying Notations
    If you type a letter for someone else, add identifying initials. For example if John Doe types a letter for Jane Smith, the notation would be JS:jd. Then, if you are enclosing items in the envelope, add an enclosure notation (Enc:, Encl: or Enclosures) followed by the title of the enclosures. Add the notation cc: followed by the names of everyone receiving a copy.
    11.  Postscript
    To add information not necessarily related to the letter, like a personal note, include a postscript (P.S.) at the bottom.Format of Business Letter
    Format of Business Letter




    Styles Or Forms Of Business Letters

    Business letters may be written in any of the following styles: full block or purely block, simplified, modified block, semi-block, hanging-indented, indented, and memorandum style. The full block style has all the letter elements flush with the left margin; it is asymmetrical because there are wide white spaces on the right. It differs from the simplified style in the sense that the salutation and the complimentary close are absent in the latter. The modified block style, the semi-block style, and the hanging-indented style share the same format, that is, all the letter elements, except the salutation, complimentary close, and signature (which are begun at the center) are flush with the left margin. The three differ in paragraph indention: the modified block has no indention, the semi-block style has a normal or standard indention, while the hanging-indented style, as its name suggests, has a hanging indention. The indented style has most of its elements indented. The memorandum style has a unique format. It has a header with the reference line, date line, subject line, TO line, FROM line, and THRU line. A demarcation line divides the header and the body of the letter. Examples of the letter styles are found below.

    Example Of Business Letter

    Sumber :

    CV - Riwayat hidup

    | | 0 komentar


    DAFTAR RIWAYAT HIDUP


    DATA PRIBADI
    1.      Nama Lengkap                        : Prayogo Dwi Saputra
    2.      Tempat, Tanggal Lahir            : Bogor, 16-05-1993
    3.      Domisili                                   : Jakarta
    4.      Jenis Kelamin                          : Pria
    5.      Agama                                     : Islam
    6.      Status                                      : Belum menikah
    7.      Tinggi / Berat Badan               : 165 / 53 Kg
    8.      Telepon                                   : 088-211-043-816
    9.      E-Mail                                     : prayogoleander@gmail.com

    RIWAYAT PENDIDIKAN
    1.      (2005) Lulus SDN 01 Pasir Putih –Sawangan Depok
    2.      (2008) Lulus SMPN 10 Bedahan – Sawangan Depok
    3.      (2011) Lulus SMA AL-hasra bojongsari – Ciputat raya

    KEMAMPUAN
    -          Bahasa Pemrograman
    1.      DelpHI
    2.      C
    3.      APP inventor
    4.      Arduino


    -          Aplikasi Perkantoran
    1.      Microsoft Office Word
    2.      Microsoft Office PowerPoint
    3.      Microsoft Office Excel


    -          Multimedia
    1.      Adobe Dreamweaver
    2.      Adobe Flash

    -    

    KUTIPAN

    | | 0 komentar
    Pengertian
    Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Kutipan juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik.
    Kutipan juga bisa dikatakan sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.


    Tujuan
    Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
    a. landasan teori
    b. penguat pendapat penulis
    c. penjelasan suatu uraian
    d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
    Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
    1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
    2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
    3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
    4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
    5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
    6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

    Fungsi Kutipan
    Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
    1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
    2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
    3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
    4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
    5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
    6) Meningkatkan estetika penulisan.
    7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

    Cara Menulis Kutipan
    Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

    Jenis Kutipan
    a. Kutipan langsung:
    Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
    contoh :
    ·         Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".
    ·         “Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38).
    ·         “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).
    ·         Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3).
    ·         Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).

    b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
    Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
    d. Kutipan pada catatan kaki
    e. Kutipan atas ucapan lisan
    f. Kutipan dalam kutipan
    g. Kutipan langsung pada materi
    Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).
    ·         ‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).
    ·         Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:8) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar y akin akan mendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.
    ·         Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.
    ·         Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada intervensi dalam pengusutan kasus Bank Century yang diduga terindikasi pelanggaran tindak pidana korupsi (Republika, Ahad 7 Maret 2010 halaman 1 ).

    sumber :